Resume Materi : Bauran Pemasaran Harga
Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran
Nama : Karina Melia Eka Nanda
NIM : 180321100099
Kelas : A
» Pengertian Harga
Harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalam bentuk rupiah yang digunakan dalam pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa. Penetapan harga merupakan suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima perusahaan dari produk atau jasa yang dihasilkan. Penetapan harga mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan.
» Tujuan Penentuan Harga
1. Memaksimalkan Laba : tujuan penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang diperoleh. Semakin besar keuntungan maka harga yang ditetapkan tinggi pula.
2. Meraih dan Mempertahankan Pangsa Pasar : Dalam menarik perhatian konsumen yang menjadi target pasar maka perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah, namun tidak merugikan perusahaan yaitu dengan melihat biaya dari prosukainya.
3. Stabilitas Harga : Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga . Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.
4. Mencegah atau Mengurangi Persaingan : Hal ini apabila penjual menawarkan harga yang sama maka persaingan bisa dilakukan tanpa melalui kebijaksanaan harga tetapi dengan servis lain.
5. Mempertahankan Kelangsungan Hidup Perusahaan : Kondisi ini biasanya terjadi saat ada krisis, dimana perusahaan akan melakukan apa saja yang mungkin untuk dikerjakan, agar perusahaan tetap bisa bertahan. Strategi yang diambil biasanya adalah dengan memangkas harga dengan berbagai diskon agar perusahaan bisa menutupi berbagai biaya yang muncul.
» Faktor yang Mempengarui Penentuan Harga
Ada 2 pertimbangan yang menentukan kegiatan dalam penentuan yaitu pertimbangan subjektif dan objektif.
› Pertimbangan Subjektif
1. Faktor secara langsung : seperti bahan baku, biaya produksi, biaya pemerintah, biaya pemasaran dan faktor lainnya yang berhubungan dengan proses produksi dari hulu ke hilir.
2. Faktor tidak langsung : seperti harga barang substitusi, barang sejenis yang diproduksi oleh orang lain sangat mempunyai pengaruh terhadap barang yang kita buat, harga produk komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen.
› Pertimbangan Objektif
Faktor lingkungan internal
- Tujuan pemasaran perusahaan, sebagai faktor utama yang menentukan harga adalah tujuan perusahaan itu sendiri misalnya memaksimalkan laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, dan sebagainya.
- Strategi bauran pemasaran, karena harga merupakan salah satu elemen dalam bauran pemasaran, maka dalam menentukan harga sebaliknya dikoordinasikan lebih lanjut dengan elemen pemasaran lainnya.
- Biaya, perusahaan menetapkan suatu harga yang dapat menutupi semua biaya untuk memproduksi, mendistribusi dan menjual produk tersebut, termasuk suatu tingkat laba yang wajar atas segala upayanya serta resiko yang dihadapinya.
- Organisasi, manajemen harus mengetahui siapa di dalam organisasi yang bersangkutan yang bertanggung jawab dalam penetapan harga.
Faktor lingkungan eksternal
- Sifat pasar dan permintaan, pihak yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam penetapan harga hendaknya memperhatikan dan memahami dengan baik sifat suatu pasar dan permintaan pasar yang dihadapi atas produk yang dihasilkan.
- Persaingan, merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian yang intensif dari pihak penting di perusahaan mengenai keputusan dalam penetapan harga. ada 5 pokok yang berpengaruh yaitu persaingan dalam industri yang bersangkutan, produk substitusi, pelanggan, pemasok, ancaman pendatang baru.
- Faktor eksternal lainnya, perusahaan juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor lainnya seperti, kondisi ekonomi suatu negara karena terdapat berbagai fenomena dapat mempengaruhi arus perekonomian secara endemik seperti inflasi, serangan bom, resensi meupun tingkat bunga bank.dan juga peraturan serta kebijakan pemerintah terhadap sosial lainnya.
» Metode Penetapan Harga
Setelah perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai, maka langkah atau tahapan selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Berikut merupakan beberapa metose dalam penentuan harga :
Penetapan harga berdasarkan biaya:
1. Penetapan Harga Biaya Plus: Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit tersebut ( margin )
Rumus ; Biaya Total + Margin = Harga Jual
2. Penetapan Harga Mark-Up: Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung harga pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu
Rumus ; Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
3. Penetapan Harga BEP (Break Even Point): Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total biaya keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
Rumus ; BEP => Total Biaya = Total Penerimaan
Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor:
Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli.
Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan:
Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value/nilai yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality. Untuk mengetahui value dari harga terhadap kualitas, maka analisa Price Sensitivity Meter (PSM) merupakan salah satu bentuk yang dapat digunakan. Pada analisa ini konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas yang diterima.
Penetapan Harga Berdasarkan Laba:
Metode ini berusaha menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam penetapan harganya. Upaya ini dilakukan atas dasar target volume laba spesifik atau dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap penjualan atau investasi.
» Pergerakan harga, produk dan kebijakan distribusi untuk kebutuhan perusahaan
Perusahaan kebanyakan tidak hanya menghasilkan satu macam produk saja, tetapi ada beberapa macam produk. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menentukan produk mana yang harus ditambah atau dikurangi anggarannya antara lain: jumlah produk line, banyaknya produk mix, jenis produk yang mempunyai permintaan cukup banyak baik pada saat sekarang maupun yang akan datang, jenis produk yang permintaannya sedikit.
Komponen pergelangan harga adalah meliputi :
1. Tren
Tren merupakan kecenderungan harga produk atau jasa untuk bergerak ke suatu arah. tren dibedakan menjadi 3 macam:
- Uptrend, yaitu pergerakan harga yang naik secara bertahap
- Downtrend yaitu pergerakan harga yang menurun secara bertahap.
- Rangingatau Sideways, yaitu keadaan harga menunjukkan konsolidasi akibat adanya tarik-menarik antara pihak seller vs. buyer. Atau bisa diartikan harga bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu.
2. Volatilitas
Yaitu Besarnya jarak fluktuasi atau naik turunnya harga secara periodik disebut volatilitas.
3. Momentum
Momentum merupakan kekuatan tren yang sedang terjadi.
4. Kekuatan Pasar
Kekuatan pasar adalah Intensitas dari pasar yang berhubungan dengan harga, dengan melihat keadaan pasar yang diambil oleh banyak pelaku pasar.
5. Siklus
Yaitu kecenderungan harga pasar untuk bergerak dalam pola siklus tertentu.
6. Support Resistance
Yaitu Ketika para trader menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung meurunkan harga hingga mencapai level tinggi tertentu, atau biasa disebut sebagai resisten.
Produsen mempunyai 3 alternatif menggunakan distribusi yaitu :
1. Distribusi Intensif: merupakan cara distribusi dimana barang yang di pasarkan itu diusahakan agar dapat menyebar seluas mungkin sehingga secara intensif dapat menjangkau semua lokasi diamana calon konsumen itu berada. Oleh karena itu para produsen yang menjual komponen perusahaan berusaha menggunakan banyak sekali penyalur terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati para konsumen.
2. Distribusi Selektif: merupakan cara distribusi dimana barang-barang yang hanya disalurkan oleh beberapa penyalur saja yang terpilih atau selektif. Perusahaan yang menggunakan distribusi ini berusaha memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer, agen yang terbatas dalam suatu daerah.
3. Distribusi Ekslusif: merupakan bentuk penyaluran yang hanya menggunakan penyalur yang sangat terbatas jumlahnya, bahkan pada umumnya hanya ada satu penyalur tunggal untuk satu daerah tertentu. Saluran ini dilakukan oleh perusahaan dan hanya menggunakan suatu pedagang besar atau pengecer dalam daerah tertentu.
Komentar
Posting Komentar